SINOPSIS
Yamaha (17 yahun) remaja urban ibukota (asal Sumatera Selatan,
keturunan ayah asal Pasemah- Pagaralam, mama asal Palembang). Yamaha mempunyai saudari
kandung kembar dampit, yang bernama Senandung Nacita.
Kenapa namanya Yamaha? Karena ketika Lidya hamil, Lidya
ngidam agar suaminya memeluk sebuah sepeda motor Yamaha RX King.Kelak Yamaha
anak-anak dan remaja memiliki kecepatan berlari dribble bola secepat motor rx
king.
Yamaha adalah seorang pelajar dan atlet sepak bola di SMA METROPOLITAN
(Jakarta), Yamaha berbakat dibidang sepak bola. Yamaha masuk dalam tim inti
klub sepakbola SMA METROPOLITAN. Impian
Yamaha menjadi pemain profesional di klub kesayangannya SRIWIJAYA FC (Sumatera
Selatan).
Karena kehebatannya Yamaha dilapangan hijau, Yamaha lupa
diri, karakter dirinya berubah menjadi pribadi keras kepala, meremehkan kawan
dan lawan di setiap pertandingan, bahkan
dalam latihan dengan kawan di SMA METROPOLITAN. Hingga kepribadian Yamaha yang buruk dibenci
teman-teman satu tim nya yang merasa tersisih dalam pertandingan.
Hingga suatu hari Yamaha
menekel Ferry teman satu tim sepak bola di SMA METROPOLITAN untuk
memperebutkan posisi tim inti di SMA METROPOLITAN buat main di Babak Final LIGA
PENDIDIKAN INDONESIA (LIPIO).
Ketika pulang setelah latihan Di SMA METROPOLITAN, Yamaha
mengalami kecelakaan sepeda motor, Motor
yang ditunggangi Yamaha dihadang dan dianiaya teman-teman satu tim nya di SMA
METROPOLITAN dengan cara menyamar sebagai genk motor. Yamaha mengalami cedera
kaki kanan yang mengakibatkan tidak dapat lagi bermain sepak bola. Yamaha
mengalami kemunduran mental dan kelemahan pikiran.
Hingga suatu hari Lidya (Mama Yamaha) menelpon Tantawi (mantan
suaminya- ayahnya Yamaha) yang mempunyai kakak bernama Uwak Syamsul yang tinggal di Taman Nasional Way Kambas (Lampung-sumatera).
Uwak Syamsul berprofesi sebagai pawang
gajah. Lidya minta tolong pada Uwak Syamsul agar Yamaha dapat diobati, karena Yamaha mengalami
ketergangguan mental, kelemahan pikiran dan stress berat. Sampai akhirnya Yamaha
diantar Mama (Lidya), Senandung dan mbak iis berobat ke Way Kambas (Lampung).
Uwak Syamsul mempunyai teman bernama Umar yang dapat
menerapi pikiran pasiennya, menjadi kekuatan pikiran. Pak Umar seorang pelatih
sepak bola usia dini (Grassroot &Youth level Sekolah Sepak Bola). Pak Umar menerapi
Yamaha dengan Terapi pikiran dan Coaching. Selain itu Yamaha belajar bermain
dari modeling gajah-gajah yang bermain sepakbola dengan baik.
Filosofi SRIWIJAYA FC “ SUMSEL Bersatu teguh” memberikan
keteguhan pada pribadi Yamaha akan
hakikat Filosofi SUMSEL bersatu teguh untuk melangkah meraih mimpi.
Yamaha mendapat hidayah dari reframe gajah yang berlatih
sepak bola dengan etika. Terapi Pikiran mengubah Pola Pikir positif Yamaha dengan
memberdayakan kekuatan fikiran. Hingga Yamaha dapat berdamai dengan masa
lalunya, mengumpulkan jejak-jejak masa lalunya yang indah dan penuh warna, dapat
kembali berprestasi bermain sepak bola di sekolah barunya “ SMA KOTA GAJAH”.
Yamaha ganti balas budi pada Mind Terapis (Pak Umar)
dengan mengadakan pelatihan Grassroot& Youth di BINA BOLA “KAMPUNG GAJAH”
(setingkat SEKOLAH SEPAKBOLA atau
AKADEMI SEPAKBOLA) binaan Pak Umar.
Yamaha mengadakan festival sepakbola antar anak-anak di
desa kampung Gajah. Buat jam terbang anak-anak kampung Gajah dalam sepakbola
melalui Sekolah Sepakbola Pak Umar. Kegiatan Yamaha di Grassroot & Youth
dan festival sepakbola didengar masyarakat, hingga Yamaha ditawari masuk
sekolah di SMA KOTA GAJAH.
Yamaha akhirnya kembali bersekolah di SMA KOTA GAJAH. SMA
KOTA GAJAH mengikuti LIGA PENDIDIKAN INDONESIA (LIPIO),Yamaha kembali
menunjukan jati diri menjadi pribadi positif. Yamaha dan kawan-kawan membawa
SMA KOTA GAJAH masuk final LIGA PENDIDIKAN INDONESIA.
Di final LIGA PENDIDIKAN INDONESIA, SMA KOTA GAJAH
bertemu SMA METROPOLITAN. Berkat assist Yamaha pada rekannya Ponaryo,
mengantarkan kemenangan SMA KOTA GAJAH menjadi juara 1 LIGA PENDIDIKAN
INDONESIA.
Hingga prestasi Bakat Yamaha ini terpantau pemandu bakat
dari SRIWIJAYA FC, Yamaha ditawari bermain di “SRIWIJAYA FC”. Yamaha terhenyak
apa yang dicita-citakan dengan pikirannnya masuk Klub Profesional selevel
SRIWIJAYA FC menjadi kenyataan, Dream Come True because the power of mind.