Tragedi, seperti karya seni lainnya, menyuguhkan keindahan estetik dan kesenangan;
Tetapi tragedi menggambarkan kejadian-kejadian yang tidak enak untuk dipikirkan, menyakitkan, traumatik, dan dalam beberapa hal terbatas pada hal jelek, buruk.
Jumat, 06 November 2009
Tragedi
Karya seni dramatis sebagai lawan seni naratif;
Melukiskan tindakan, karakter (tokoh), dan pikiran yang serius;
Disusun dengan suatu awal, pertengahan, dan akhir (prolog, dialog, epilog) yang di dalam dirinya merupakan suatu kisah lengkap;
Panjangnya pas, tidak begitu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek;
Mempunyai alur (plot);
Tokoh yang agung dan mulia jatuh dari keadaan bahagia ke keadaan derita atau malang yang tak terpikulkan;
Semua disajikan dalam suatu latar artistik dengan bahasa, ucapan, lagu, dan pertunjukan yang bagus, dan;
Suatu keseluruhan yang terpadu yang menghasilkan perasaan-perasaan seperti terpesona, kagum, dan lega dan menguras rasa belas kasih maupun ketakutan.
Melukiskan tindakan, karakter (tokoh), dan pikiran yang serius;
Disusun dengan suatu awal, pertengahan, dan akhir (prolog, dialog, epilog) yang di dalam dirinya merupakan suatu kisah lengkap;
Panjangnya pas, tidak begitu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek;
Mempunyai alur (plot);
Tokoh yang agung dan mulia jatuh dari keadaan bahagia ke keadaan derita atau malang yang tak terpikulkan;
Semua disajikan dalam suatu latar artistik dengan bahasa, ucapan, lagu, dan pertunjukan yang bagus, dan;
Suatu keseluruhan yang terpadu yang menghasilkan perasaan-perasaan seperti terpesona, kagum, dan lega dan menguras rasa belas kasih maupun ketakutan.
Langganan:
Komentar (Atom)
